Kamu pasti hafal wajahmu sendiri di cermin. Tapi seberapa kenal kamu dengan payudaramu?
Banyak perempuan baru sadar ada yang berubah ketika perubahannya sudah cukup jelas. Padahal, dengan meluangkan sekitar sepuluh menit setiap bulan, kamu bisa lebih cepat menangkap tanda yang tidak biasa. Caranya lewat SADARI, atau periksa payudara sendiri.
Di artikel ini, kita bahas cara melakukan SADARI di rumah sekaligus apa yang sebaiknya kamu lakukan setelahnya.
Cara Melakukan SADARI di Rumah

Pada dasarnya, SADARI adalah cara mengenali kondisi normal payudaramu. Prinsipnya sederhana, yaitu melihat, meraba, dan merasakan.
Mulailah dengan menyiapkan suasana yang nyaman. Pilih ruangan yang terang dan privat, lepas atasan dan bra, lalu berdiri di depan cermin yang cukup besar. Kalau mau, siapkan juga catatan di ponsel supaya hasil tiap bulan bisa kamu bandingkan.
Setelah itu, berdirilah tegak dengan kedua tangan di samping tubuh. Amati ukuran, bentuk, dan kesimetrisan payudaramu. Kemudian angkat kedua tangan ke atas kepala, lalu letakkan di pinggang sambil sedikit menekan.
Perubahan posisi ini bisa memperlihatkan cekungan atau kerutan yang sebelumnya tidak terlihat. Perhatikan juga kulitnya, apakah ada kemerahan, ruam, atau tekstur yang mirip kulit jeruk.
Selanjutnya yaitu tahapan meraba. Gunakan bantalan tiga jari tengah, bukan ujung jari, lalu buat gerakan memutar kecil dengan tekanan ringan, sedang, dan kuat. Supaya tidak ada area yang terlewat, ikuti satu pola yang sama setiap kali.
Kamu bisa memutar dari bagian luar ke arah puting, atau bergerak naik-turun seperti sedang menyapu lantai.
Pastikan seluruh area teraba, mulai dari tulang selangka sampai bawah payudara, dan dari tengah dada sampai ketiak. Ulangi juga sambil berbaring, karena di posisi ini jaringan payudara lebih rata dan lebih mudah diraba.
Terakhir, beri perhatikan bagian puting dan ketiak. Lihat apakah puting tertarik ke dalam padahal biasanya tidak. Tekan lembut area sekitarnya dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar, apalagi kalau bening atau bercampur darah. Setelah itu, raba ketiak untuk memastikan tidak ada benjolan.
Kapan Waktu dan Seberapa Sering SADARI Dilakukan?
SADARI cukup dilakukan sebulan sekali, asalkan rutin.
Kalau kamu masih menstruasi, waktu terbaiknya sekitar 7–10 hari setelah hari pertama haid, sesuai anjuran Kemenkes RI.
Di masa ini payudara biasanya sudah tidak bengkak atau nyeri, jadi lebih mudah diperiksa. Kalau sudah menopause, pilih saja satu tanggal tetap setiap bulan, misalnya tanggal 1, supaya gampang diingat.
Yang perlu diingat, tujuan SADARI bukan untuk mencari-cari penyakit. Tujuannya supaya kamu benar-benar hafal kondisi normal payudaramu, sehingga perubahan sekecil apa pun lebih cepat kamu sadari.
Perubahan Apa yang Perlu Diperhatikan?
Bentuk payudara setiap orang berbeda, dan sedikit perbedaan ukuran antara kiri dan kanan itu wajar. Yang perlu kamu waspadai adalah perubahan yang baru muncul.
Misalnya, ada benjolan atau bagian yang terasa menebal di payudara atau ketiak, meskipun tidak sakit. Bisa juga ukuran atau bentuk payudara berubah dari biasanya.
Perhatikan pula kulitnya, apakah muncul cekungan, kerutan, kemerahan, ruam, atau luka yang tidak kunjung sembuh. Begitu juga dengan puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam atau mengeluarkan cairan yang tidak biasa.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Perubahan?
Wajar kalau kamu langsung cemas. Tapi coba tarik napas dulu, karena menurut WHO sebagian besar benjolan payudara bukanlah kanker. Bisa saja itu kista, fibroadenoma, atau perubahan jaringan akibat hormon.
Meski begitu, jangan menunggu sampai bulan depan. Segera buat janji dengan dokter atau datang ke puskesmas terdekat, walaupun benjolannya tidak terasa sakit.
Sebelum berangkat, catat apa yang kamu temukan, seperti lokasinya, perkiraan ukurannya, sejak kapan muncul, dan apakah berubah mengikuti siklus haid. Informasi ini akan sangat membantu dokter. Setelah itu, ikuti pemeriksaan lanjutan yang disarankan sampai penyebabnya jelas.
SADARI, SADANIS, dan Pemeriksaan Lanjutan Apa Bedanya?

Ketiga istilah ini sering tertukar, padahal perannya berbeda.
SADARI adalah pemeriksaan yang kamu lakukan sendiri di rumah setiap bulan. Sementara SADANIS adalah pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, seperti dokter atau bidan.
Tenaga profesional akan memeriksa payudara, puting, ketiak, hingga area sekitar tulang selangka. Seberapa sering SADANIS perlu dilakukan biasanya disesuaikan dengan usia dan faktor risikomu, jadi sebaiknya didiskusikan langsung dengan dokter.
Kalau dokter merasa perlu, kamu mungkin akan diminta menjalani pemeriksaan lanjutan. USG payudara biasanya dipakai untuk melengkapi SADANIS saat ada keluhan.
Mamografi, yaitu rontgen khusus payudara, umumnya digunakan untuk skrining perempuan berusia 40 tahun ke atas.
Untuk memastikan diagnosis, dokter bisa melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan. Bagi yang berisiko tinggi, misalnya punya riwayat kanker payudara di keluarga, tes genetik seperti BRCA1 dan BRCA2 juga bisa jadi pilihan.
Jadi, SADARI tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Keduanya justru saling melengkapi.
Kesimpulan
SADARI adalah kebiasaan kecil yang manfaatnya besar. Cukup luangkan waktu sebulan sekali untuk melihat, meraba, dan mengecek puting serta ketiak dengan urutan yang sama.
Kalau menemukan perubahan, tidak perlu panik, tapi juga jangan ditunda. Segera periksakan ke tenaga kesehatan, dan tetap jalani pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter.
Ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan payudara dan cara merawat tubuh dengan lebih baik? Yuk, baca artikel lainnya di pahamsehat.id.(****)
Referensi:
-
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/D/40555/2024 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://renbut.kemkes.go.id/regulasi/Kepdirjen%20Nomor%20HK.02.02.D.40555.2024%20tentang%20Petunjuk%20Teknis%20Penyelenggaraan%20Rumah%20Sakit%20Jejaring%20Pengampuan%20Pelayanan%20Kanker.pdf
-
World Health Organization. Frequently Asked Questions: On Breast Self-Exams, Clinical Breast Exam, and Understanding Mammograms. WHO Global Breast Cancer Initiative (GBCI)[cite: 59]. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/ncds/mnd/cancer-programme/gbci_25-faq-breast-self-exam.pdf?sfvrsn=a21f4d66_4
-
World Health Organization. (2026). Breast Cancer Fact Sheet. World Health Organization. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer
