Ternyata Peregangan Dinamis dan Statis Punya Tujuan Berbeda

Wanita melakukan peregangan statis dengan menahan posisi duduk membungkuk ke depan

Peregangan sering dianggap hanya sebagai gerakan tambahan sebelum atau sesudah olahraga. Padahal, peregangan dinamis dan statis memiliki tujuan dan waktu penggunaan yang berbeda. Peregangan dinamis biasanya melibatkan gerakan aktif yang dilakukan secara berulang dan terkontrol. Sementara itu, peregangan statis dilakukan dengan mempertahankan posisi tertentu selama beberapa waktu.

Perbedaan ini penting karena jenis peregangan yang tepat dapat disesuaikan dengan aktivitas yang akan dilakukan. Peregangan sebelum lari, misalnya, tidak harus sama dengan peregangan setelah latihan beban.

Apa Perbedaan Peregangan Dinamis dan Statis?

Wanita melakukan peregangan statis dengan menahan posisi duduk membungkuk ke depan

Perbedaan paling sederhana terletak pada cara tubuh bergerak saat melakukan peregangan. Peregangan dinamis dilakukan dengan menggerakkan anggota tubuh secara aktif melalui rentang gerak yang terkontrol. Contohnya walking lunges, arm circles, leg swings, dan gerakan lain yang membuat sendi bergerak secara bertahap. Jenis peregangan ini umumnya cocok dimasukkan ke dalam pemanasan karena tubuh tidak hanya meregang, tetapi juga bergerak.

Sementara itu, peregangan statis dilakukan dengan membawa otot ke posisi tertentu kemudian menahannya selama beberapa detik. Contohnya adalah berdiri sambil menarik kaki ke arah bokong untuk meregangkan paha depan atau duduk dan menjangkau arah kaki untuk meregangkan bagian belakang paha. Secara praktis, perbedaannya dapat dilihat berikut ini:

Aspek Peregangan Dinamis Peregangan Statis
Cara melakukan Bergerak secara aktif dan terkontrol Menahan posisi peregangan
Tujuan utama Mempersiapkan tubuh untuk bergerak Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas
Timing Umumnya sebelum olahraga Umumnya setelah olahraga atau sesi terpisah
Gerakan Berulang dalam rentang gerak Posisi ditahan beberapa detik
Contoh Leg swings, walking lunges, arm circles Hamstring stretch, quad stretch, calf stretch
Cocok untuk Pemanasan olahraga, lari, gym, olahraga lapangan Pendinginan atau latihan fleksibilitas

Namun, pembagian tersebut bukan berarti peregangan statis sama sekali tidak boleh dilakukan sebelum aktivitas fisik. Timing dan durasi menjadi faktor penting, terutama ketika olahraga membutuhkan kekuatan atau performa eksplosif.

Kapan Peregangan Dinamis Sebaiknya Digunakan?

Perbandingan peregangan dinamis yang melibatkan gerakan dan peregangan statis yang menahan posisi otot
Sumber: apki.or.id

Peregangan dinamis umumnya lebih cocok digunakan sebagai bagian dari pemanasan sebelum olahraga. Gerakannya membuat tubuh tetap aktif sekaligus membawa sendi dan otot melalui rentang gerak yang akan digunakan saat latihan.

Misalnya, pelari dapat melakukan leg swings, walking lunges, atau gerakan mobilitas pinggul sebelum mulai berlari. Orang yang akan melakukan latihan tubuh bagian atas dapat menggunakan arm circles atau gerakan bahu terkontrol sebagai bagian dari pemanasan. Tujuan pemanasan bukan hanya membuat tubuh terasa lebih lentur. Pemanasan juga membantu mempersiapkan tubuh secara bertahap untuk aktivitas yang lebih berat.

Durasi tidak harus panjang. Untuk olahraga rekreasional, beberapa menit gerakan dinamis yang terarah dapat menjadi bagian dari pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan gerakan yang semakin mendekati aktivitas utama. Contohnya, sebelum lari:

  1. Jalan ringan selama beberapa menit.
  2. Lakukan leg swings secara terkontrol.
  3. Lakukan walking lunges.
  4. Tambahkan gerakan mobilitas pergelangan kaki dan pinggul.
  5. Lanjutkan dengan lari ringan sebelum masuk ke intensitas latihan.

Kuncinya adalah bergerak secara bertahap, bukan memaksakan rentang gerak sejak awal.

Kapan Peregangan Statis Sebaiknya Digunakan?

Pelari melakukan peregangan otot kaki sebelum mulai berlari

Peregangan statis dapat digunakan setelah olahraga atau sebagai sesi tersendiri untuk melatih fleksibilitas. Setelah latihan, tubuh sudah melakukan banyak gerakan dan peregangan statis dapat dimasukkan ke dalam rutinitas pendinginan. Gerakannya relatif sederhana karena kamu masuk ke posisi peregangan lalu menahannya.

Contohnya:

  • Standing quad stretch untuk paha depan.
  • Hamstring stretch untuk bagian belakang paha.
  • Calf stretch untuk betis.
  • Chest stretch untuk dada.
  • Shoulder stretch untuk bahu.

Saat melakukan peregangan statis, sebaiknya jangan memaksakan tubuh sampai terasa sakit. Rasakan tarikan pada otot secara nyaman dan pertahankan posisi dengan kontrol. Peregangan statis juga tidak harus selalu dilakukan tepat setelah olahraga.

Jika tujuanmu meningkatkan fleksibilitas, latihan tersebut dapat dilakukan dalam sesi tersendiri ketika tubuh sudah cukup siap. Untuk orang yang rutin berolahraga, pendekatan ini bisa lebih praktis. Pemanasan dinamis dilakukan sebelum latihan, sedangkan latihan fleksibilitas statis ditempatkan setelah latihan atau pada waktu berbeda.

Apakah Static Stretching Boleh Sebelum Olahraga?

Peregangan Statis
Sumber: valorfitness.com

Boleh, tetapi tidak selalu menjadi pilihan terbaik jika dilakukan dalam durasi lama tepat sebelum aktivitas yang membutuhkan kekuatan, kecepatan, atau tenaga eksplosif. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa static stretching yang dilakukan dalam durasi panjang sebelum aktivitas dapat menurunkan performa akut tertentu, terutama kekuatan dan daya ledak. Karena itu, peregangan statis yang lama biasanya tidak menjadi pilihan utama sebagai satu-satunya pemanasan sebelum olahraga.

Namun, bukan berarti semua peregangan statis sebelum olahraga harus dihindari. Konteks latihan, durasi peregangan, jenis olahraga, dan kebutuhan individu tetap perlu diperhatikan. Jika kamu membutuhkan fleksibilitas tertentu untuk olahraga yang akan dilakukan, peregangan statis singkat dapat menjadi bagian dari rutinitas. Setelah itu, sebaiknya lanjutkan dengan gerakan dinamis dan aktivitas yang semakin mendekati olahraga utama.

Contohnya, sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan rentang gerak besar, kamu dapat melakukan peregangan yang relevan secara singkat kemudian melanjutkannya dengan gerakan aktif. Jadi, masalahnya bukan sekadar “static stretching sebelum olahraga boleh atau tidak”, tetapi bagaimana peregangan tersebut digunakan dan apa tujuan latihannya.

Mana yang Dipilih Berdasarkan Tujuan Latihan?

Daripada menghafalkan bahwa peregangan dinamis selalu untuk sebelum olahraga dan statis selalu untuk setelah olahraga, lebih mudah melihatnya berdasarkan tujuan dan timing.

Tujuan atau kondisi Pilihan yang lebih sesuai Contoh
Mempersiapkan tubuh sebelum lari Dinamis Leg swings, walking lunges
Pemanasan sebelum gym Dinamis Gerakan mobilitas bahu, pinggul, dan tubuh sesuai latihan
Mempersiapkan tubuh sebelum olahraga lapangan Dinamis High knees, lunges, gerakan mobilitas
Meningkatkan fleksibilitas Statis Hamstring stretch, calf stretch
Pendinginan setelah latihan Statis Peregangan paha, betis, bahu
Sesi fleksibilitas tersendiri Statis Beberapa posisi peregangan dengan durasi terkontrol
Aktivitas yang membutuhkan gerakan eksplosif Utamakan pemanasan dinamis Gerakan aktif yang semakin mendekati aktivitas utama

Contoh rutinitas praktis sebelum olahraga

Jika kamu akan melakukan latihan seperti lari atau gym, rutinitas sederhananya dapat dibuat seperti ini:

1. Naikkan aktivitas secara bertahap
Mulai dengan berjalan atau aktivitas ringan untuk membuat tubuh siap bergerak.

2. Lakukan mobilitas dinamis
Pilih gerakan yang melibatkan bagian tubuh yang akan digunakan. Misalnya, leg swings untuk aktivitas yang banyak menggunakan kaki atau gerakan bahu untuk latihan tubuh bagian atas.

3. Masukkan gerakan dinamis yang lebih spesifik
Gunakan walking lunges, high knees, atau gerakan lain yang mendekati pola gerak olahraga.

4. Mulai latihan dari intensitas rendah
Jangan langsung masuk ke intensitas maksimal. Naikkan beban atau kecepatan secara bertahap.

5. Gunakan peregangan statis pada waktu yang sesuai
Setelah latihan selesai atau pada sesi fleksibilitas tersendiri, kamu dapat menggunakan peregangan statis untuk melatih rentang gerak.

Dengan pola tersebut, peregangan tidak lagi diperlakukan sebagai satu jenis gerakan yang harus dilakukan dengan cara yang sama setiap saat. Pada akhirnya, peregangan dinamis dan statis memiliki fungsi yang berbeda. Peregangan dinamis lebih cocok untuk membantu mempersiapkan tubuh sebelum aktivitas, sedangkan peregangan statis lebih sering digunakan untuk latihan fleksibilitas atau setelah aktivitas.

Yang paling penting bukan memilih salah satunya, tetapi menyesuaikan jenis peregangan, timing, durasi, dan tujuan latihan. Dengan begitu, rutinitas peregangan bisa menjadi bagian yang lebih masuk akal dari program olahraga, bukan sekadar gerakan wajib sebelum atau sesudah latihan.

Peregangan yang tepat bisa menjadi bagian dari rutinitas olahraga yang lebih terarah. Temukan informasi seputar gaya hidup, kesehatan mental, kesehatan wanita, dan nutrisi untuk mendukung kebiasaan sehat sehari-hari hanya di pahamsehat.id.

Zulfa M. Fuadah
Ditulis oleh

Zulfa M. Fuadah

Zulfa M. Fuadah menulis untuk Kastakilat.id. Setiap artikel diriset dari sumber primer dan diperiksa redaksi sebelum tayang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan