Apa Contoh Batasan Sehat dengan Rekan Kerja? Ini Panduannya

Apa Contoh Batasan Sehat dengan Rekan Kerja (Foto: unsplash/Brooke Cagle)
Apa Contoh Batasan Sehat dengan Rekan Kerja (Foto: unsplash/Brooke Cagle)

Pernah pulang kerja dengan badan lelah padahal kerjaan hari itu sebenarnya tidak terlalu banyak?

Bisa jadi yang menguras energimu bukan tugas kantor tapi drama rekan kerja. Mulai dari curhat yang seolah tidak ada habisnya sampai chat yang masuk tengah malam.

Awalnya kamu cuma ingin membantu, tapi lama-lama justru kamu yang kewalahan. Di sinilah pentingnya batasan sehat dengan rekan kerja. Batasan bukan cara untuk menjauh dari mereka, melainkan cara supaya hubungan kerja tetap nyaman untuk semua orang.

Yuk cari tahu sebenarnya gimana sih batasan sehat dengan rekan kerja biar energi kita tidak banyak terkuras saat jam pulang kerja.

Seperti Apa Batasan Sehat dengan Rekan Kerja?

Seperti Apa Batasan Sehat dengan Rekan Kerja?
Foto: unsplash/krakenimages

Batasan sehat itu semacam aturan tak tertulis tentang apa yang bisa dan tidak bisa kamu terima. Dengan batasan ini kamu tetap bisa bersikap ramah tanpa kehilangan energi dan fokus saat bekerja.

Banyak orang mengira memasang batas sama dengan bersikap dingin. Padahal tidak begitu. Kamu tetap bisa ngobrol santai dan bekerja sama dengan baik. Bedanya, kamu tahu kapan harus bilang cukup.

Langkah pertamanya adalah mengenali batasmu sendiri. Coba ingat-ingat situasi apa yang paling sering bikin kamu kesal atau merasa terkuras. Perasaan tidak nyaman itu biasanya jadi tanda ada batas yang sedang dilanggar.

Batas Apa yang Perlu Dibuat di Tempat Kerja?

Batas Apa yang Perlu Dibuat di Tempat Kerja?
Foto: unsplash/Fiqih Alfarish

Kamu tidak perlu memasang semua batas sekaligus karena itu malah bikin kewalahan. Pilih dulu area yang paling mengganggu buatmu, lalu mulai dari sana.

1. Waktu dan Jam Kerja

Jam kerja punya awal dan akhir yang jelas. Kalau hampir setiap hari kamu masih mengurus permintaan rekan kerja setelah jam pulang, artinya batas itu mulai kabur. Tentukan kapan kamu benar-benar berhenti bekerja dan usahakan untuk konsisten menjalankannya.

2. Beban Kerja dan Tugas Tambahan

Membantu rekan sesekali tentu wajar dan menyenangkan. Masalahnya muncul ketika bantuan itu berubah jadi kebiasaan yang dianggap kewajiban. Sebelum mengiyakan tugas tambahan, cek dulu prioritasmu sendiri. Kalau pekerjaan utamamu belum beres, kamu berhak menolak atau meminta waktu lain.

3. Chat dan Email

Pesan kerja yang masuk malam hari atau saat akhir pekan sering terasa harus dibalas saat itu juga. Padahal kebanyakan bisa menunggu sampai jam kerja berikutnya. Kecuali memang ada situasi darurat, kamu tidak wajib selalu siaga.

4. Privasi dan Urusan Pribadi

Tidak semua hal tentang hidupmu perlu diketahui rekan kerja. Kamu boleh tidak menjawab pertanyaan soal gaji atau kisah asmara. Kamu juga boleh menolak ikut membicarakan urusan pribadi orang lain.

5. Curhat dan Keterlibatan Emosional

Mendengarkan rekan yang sedang kesulitan memang hal yang baik. Tapi ingat bahwa kamu bukan psikolog mereka. Kalau curhat terjadi hampir setiap hari sampai menguras emosimu, sudah saatnya memberi batas. Kamu tetap bisa peduli tanpa harus ikut memikul masalah mereka.

Bagaimana Menyampaikan Batasan Tanpa Terlihat Kasar?

Kuncinya ada pada cara bicara yang jelas dan tenang. Kamu tidak perlu marah atau menjelaskan alasan panjang lebar. Cukup sampaikan apa yang kamu butuhkan dengan sopan dan apa adanya.

Coba mulai kalimatmu dengan kata “aku” supaya terdengar jujur dan tidak menyalahkan siapa pun. Kamu bisa pakai contoh kalimat seperti ini.

  • “Aku lagi kejar deadline nih. Gimana kalau kita ngobrolnya pas makan siang aja?”
  • “Aku belum bisa ambil tugas ini sekarang. Kalau minggu depan masih butuh bantuan, kabari aku ya.”
  • “Aku biasanya cek chat kerja pas jam kantor aja, jadi besok pagi aku balas ya.”
  • “Aku ikut sedih dengar ceritamu. Kayaknya kamu butuh orang yang lebih paham soal ini, mungkin konselor bisa bantu?”

Jangan lupa pilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Sebaiknya hindari saat suasana sedang panas atau ketika ada banyak orang di sekitar kalian.

Apa yang Dilakukan Jika Rekan Kerja Tidak Menghormati Batasan?

Apa yang Dilakukan Jika Rekan Kerja Tidak Menghormati Batasan?
Foto: unsplash/Annie Spratt

Wajar kalau batasan barumu tidak langsung dihormati karena orang butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Di sinilah konsistensi berperan besar.

Setiap kali batasmu dilanggar, ulangi dengan tenang tanpa perlu menambah penjelasan baru. Semakin konsisten kamu menjaganya, semakin cepat orang lain memahami dan menghargainya.

Kalau pelanggaran terus berulang, mulailah mencatat kejadiannya. Tulis tanggal, apa yang terjadi, dan bagaimana dampaknya pada pekerjaanmu. Catatan ini akan sangat berguna kalau nanti kamu perlu melibatkan pihak lain.

Langkah berikutnya adalah membicarakannya dengan atasan. Sampaikan masalahnya dari sisi pekerjaan supaya lebih objektif. Misalnya tugasmu jadi sering tertunda karena terus dimintai bantuan di luar tanggung jawabmu.

Kalau situasinya sudah mengarah ke perundungan atau pelecehan, jangan ragu untuk melapor ke HR. Hal seperti ini bukan lagi soal batasan pribadi, melainkan masalah yang memang harus ditangani perusahaan.

Kesimpulan

Batasan sehat dengan rekan kerja bukan tembok yang memisahkan kamu dari orang lain. Batasan justru jadi panduan supaya interaksi di kantor tetap nyaman dan saling menghargai.

Mulailah dengan mengenali apa yang membuatmu terkuras, lalu pilih batas yang paling penting dan sampaikan dengan jelas.

Setelah itu jaga secara konsisten, dan libatkan atasan atau HR kalau memang diperlukan. Dengan begitu kamu tetap bisa jadi rekan kerja yang baik tanpa harus mengorbankan diri sendiri.

Ingin tahu lebih banyak cara menjaga kesehatan mental di tempat kerja? Yuk, baca artikel lainnya di pahamsehat.id. Karena kerja yang sehat selalu dimulai dari diri yang terjaga.(****)

Sindy Rosa Darmaningrum
Ditulis oleh

Sindy Rosa Darmaningrum

Sindy Rosa Darmaningrum menulis untuk Kastakilat.id. Setiap artikel diriset dari sumber primer dan diperiksa redaksi sebelum tayang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan